Tentang Dia Yang tak tau mau Kemana
Ini bukan tentang siapa-siapa.
Ini hanya tentang dia
wanita muda itu,
Dengan parasnya yang cantik ,
suaranya yang lembut,
serta sikap malunya yang tak dibuat-buat
Kala itu Ia berdiri seorang diri
tepat jam dua malam
Ia berdiri seorang diri
menghiasi gelapnya malam,
Meratapi nasib seolah kecewa pada Tuhan.
kala itu..
cahaya bintang bersinar remang-remang.
Ia kutemui..
kutemui bukannya di stasiun kereta
ataupun dibandara.
Tapi dia kutemui
Di depan portal lembah pendidikan,
gadis manis itu, gadis cantik itu.
Ternyata dia bernama Lita. Iyh, lita.
Dia adalah anak Rantau dari pulau indie
Datang kemari untuk mengais rezky
Lantaran ditempat asalnya orang-orang hanya mementingkan diri,
tak seorangpun mau berbagi empati.
Setelah tau nama dan kisahnya
tiba-tiba timbul rasa yang berbeda,
muncul dari dalam hati.
Rasanya tak seperti kopi yang biasa kuteguk, ataupun kopi racikan nenekku.
Ini aneh,..
gadis cantik dengan wajahnya yang memelas mata berbinar dan tubuhnya yang seksi.
Lita baru berumur limabelas tahun sedangkan aku sembilanbelas tahun.
Ini Hanya sebatas perbandingan
agar ditau siapa yang tua dan siapa yang muda.
Sambil menyisir jalan berbatu penuh lubang itu Lita tiba-tiba terhentak, menangis terisak-isak.
Tanpa pikir panjang aku membawanya ke suatu bukit yang penuh keindahan.
Ia sedikit terhibur,
sembari berkata kenapa nasibku seperti ini? Tuhan tidak adil!
Jangan salahkan dirimu,
apalagi salahkan Tuhan,
lihatlah bukankah segala sesuatunya itu diciptakan bukan tanpa maksud?
Lihatlah lita,
jika dengan kesungguhan kamu mau menuntut ilmu, maka kamu tidak akan menjadi abu di dunia ini.
Dengar lita, dengan parasmu yang cantik, jika kamu menjadi wanita yang terdidik maka derajatmu akan naik. Sontak lita berkata jika derajadku naik dikarenakan aku menjadi wanita yang terdidik dengan paras yang cantik apakah kita akan menikah?.

Komentar
Posting Komentar