The Power Of The Volue
Pencapaian tertinggi bagi manusia dalam perjuangan mendapatkan kehormatan melalui jabatan, kekayaan juga kedudukan bukan sekedar perihal harapan, visi ataupun janji karena segalanya membutuhkan waktu dan cinta. Penegakkan kedaulatan yang dijalankan melalui pintu-pintu kebenaran tentunya menjadi harapan tertinggi bagi setiap bangsa tidak boleh terlepas dari kiat-kiat negara untuk mencerdaskan warganya karena hal itu menjadi cita-cita negara yang berpangkal pada Ketuhana Yang Maha Esa.
Pendidikan bisa saja dipolarisasi sesuai banyaknya uang yang dibutuhkan, hari ini yang menentukan bahwa seseorang benar-benar menempuh pendidikan adalah nilai dan itu benar, karena manusia sejatinya harus memiliki nilai untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Nilai bukan saja alat tukar yang digunakan untuk memperoleh barang, tapi nilai merupakan alat tukar yang digunakan untuk memperoleh segala sesuatu yang diinginkan. Contoh sederhana ketika seseorang pergi ke pasar selalunya membawa uang, uang itu dibawa bukan karena akan digunakan sebagai alat tukar, tapi karena uang itu memiliki nilai dan dapat membeli barang sesuai harga barangnya, jika semakin tinggi harga barangnya maka nilai uang yang dibutuhkan juga akan semakin tinggi. Tapi bagaimana jika seseorang pergi ke pasar tanpa membawa uang? Bukan berarti orang itu tidak akan mendapatkan sesuatu dipasar atapun orang itu gila, bisa saja dengan kemampuannya berkomunikasi dan negosiasi kepada para penjual yang ada di pasar ia mampu mendapatkan barang tanpa membayar! ia memang tidak membawa uang tapi dia membawa nilai dan nilai yang dibawa olehnya adalah nilai diri dalam kemampuan berkomunikasi serta negosisasi dan itu yang ia pakai untuk menukar barang.
Sering didapatkan seseorang yang tidak memiliki uang tapi selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, itu karena nilai jual dalam dirinya lebih tinggi dari uang, hal demikian dipengaruhi oleh pembawaan dan cinta orang-orang disekitarnya dan untuk mendapatkan dua hal itu jalan satu-satunya adalah bakti, pemanfaatan waktu yang masif, konsistensi dengan melewati jalan kebenaran, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta Syukur. Bukan hanya satu jalan pale terbanyata banyak jalan untuk mendapatkan cinta dan meningkatkan nilai diri. Sudahmi-sudahmi kune jual orang, memang itu juga salah-satu kemampuan yang bernilai tapi merugikan bagi yang lain, maksudku jadimi juga manusia yang berguna bagi manusia lainnya.
Pendidikan merupakan salah satu instrumen untuk mencapai kedaulatan rakyat karena dengan pendidikan orang-orang tidak lagi dapat ditipu, tapi bagaimana jika dengan keadaan saat ini yang dimana cakupan lapangan pendidikan sangat luas tapi masih ada saja orang yang tertipu? Apalagi orang yang menipu adalah mereka yang berpendidikan! Itu artinya pendidikan hanya digunakan sebagai alat untuk menyenangkan diri sendiri. Kalau dalam seks hal tersebut dikenal dengan istilah pemerkosaan. Hak-hak warga negara diperkosa, mulai dari jaminan pendidikan, pemeliharaan fakir miskin dan anak-anak terlantar, bahkan pada jaminan perlindungan hak asiasi manusia yang merupakan acuan pokok sistem ketatanegaraan tak kunjung direalisasikan. Dan yang terburuk diera sekarang ini bangku jabatan dilacur secara bergantian melewati kultur pemungutan suara yang prematur sampai berimplikasi pada struktur yang tak teratur. Tiba-tiba adenya jadi gubernurlah, kakanya jadi walikotalah, ujungnya-ujungnya bapanya ya perintah anaknya untuk jadi wakil presiden gara-gara pernah menjabat sebagai kepala daerah cacat memang strukturnya ini rumaheeh.

Komentar
Posting Komentar