Urgensi Ketokohan dalam kontestasi politik

Urgensi Ketokohan dalam kontestasi politik :
Peran Organisasi Kemahasiswaan-Islam dalam Gerakan Pembaharuan.

(Adam Tri Saputra, Anak kampung yang Minim Pengetahuan)

Masa depan Indonesia sebagai negara demokrasi meniscayakan dinamika kontestasi politik dimayoritasi oleh sosok tokoh yang kaya akan gagasan, moderat, nasionalis dan religius. Sehingga output dari kontestasi tersebut dimenangkan oleh sosok pemimpin yang dalam teropong keilmuan dan kepemimpinan teruji.
(Alfan Alfian : Islam, Pancasila, dan Geliat Demokrasi di Indonesia : 2022)

Organisasi Kemahasiswaan-Islam sebagai Laboratorium Intelektual kedua bagi Mahasiswa setelah Perguruan Tinggi, Apapun orientasinya, memiliki peran sentral dalam mencetak regenerasi yang berkualitas dan teruji secara keilmuan. Tak terkecuali Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dalam eksistensinya sebagai Organisasi Perkaderan dan Perjuangan, mesti menunjukkan kontribusi yang konkret dalam wacana progresivitas Bangsa dewasa Ini.

Politik, yang menurut penulis merupakan salah satu instrumen untuk memperjuangkan dan memanivesto kepentingan masyarakat banyak, mesti dipandang secara holistik sebagai ruang pengabdian bagi Organisasi Kemahasiswaan-Islam atau lebih spesifik Kader HMI yang kemudian diamanahi tanggungjawab untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang di ridhai Allah Swt.

Disisi lain, Organisasi Kemahasiswaan-Islam (HMI) juga Masyarakat Muslim secara umum, mesti memahami secara utuh dan komprehensif bahwa realisme kontestasi politik Indonesia membutuhkan prasyarat objektivikasi tokoh yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, memiliki nuansa ketokohan sebagai pemimpin, serta mampu menjaga persatuan Ummat ditengah kondisi masyarakat yang plural dan homogen.(Kuntowijoyo : Muslim Tanpa Masjid : 2018).

Harus diakui bahwa Demokrasi Indonesia dan dinamika kontestasi elektoralnya telah berhasil membuka ruang yang begitu besar kepada tokoh-tokoh Islam-Nasionalis untuk turut andil dalam upaya integrasi bangsa dan gerakan pembaharuan.
Melalui tokoh-tokoh yang berlatar belakang sebagai Organisatoris-Islam, yang kemudian menguasai peta bangsa hari ini, penulis percaya bahwa kedepan Masyarakat Muslim sebagai kelompok mayoritas tidak akan termarjinalkan dalam hal Peng-akomodiran kepentingan.

Komentar

Postingan Populer