Gumam Dari Langit

Rentetan peristiwa terukir dari untaian tinta terbagi dalam lembaran sejarah yang berisikan cerita tentang kita-kita, kita yang telah bersatu dan akan terus bersama sampai imajinasi itu terwujud dan menjadi cerita bagi kita juga mereka.
.
.
Sedikit kisah tentang hari ini atau mungkin kemarin untuk menjadi sebab pertimbangan kita dalam mengambil langkah agar tidak gegabah dengan berpikir secara merdeka dan tidak terbelenggu dengan pengalaman-pengalaman negatif yang hanya akan menjadi penghambat terbitnya revolusi.
.
.
Lahirkan revolusi dengan memerdekakan pikiran dan perbuatan, perbuatan jangan sampai mencederai kebahagian yang melekat pada orang lain. Sebagaimana kodrati kita sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan ciptaan Tuhan lainnya, dan sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi manusia lainnya. Manusia dikatakan sempurna karena manusia dianugrahkan dengan fitrah yang dapat menentukan baik-buruknya perbuatan dalam peradaban saat ini atau dihari kemudian itu. 
.
.
Tiga unsur itu adalah akal, nafsu, serta perasaan. Dengan dapat mengedalikan tiga unsur pokok itu secara sempurna, sempurna pulalah Peradaban manusia ini. Kendati orientasi kita sebagai manusia ialah menjadi manusia yang menyelenggarakan kebahagiaan sebanyak-banyaknya bagi warga yang sebanyak-banyaknya. Entah dengan menjadi politisi, polisi, ataupun dengan melahirkan revolusi, jadi apa sajalah yang penting jangan jadi Koruptor apalagi jadi Tuhan.
.
.
Teruslah menggagas karena ketika kita menabur gagasan maka kita akan menuai perbuatan. Seperti apa yang selalu disampaikan bapak saya sewaktu saya kecil dulu. Moon, ketika kamu besar nanti kamu harus menjadi seperti mereka (harus sukses) jangan kaya saya ini (suka mabuk-mabukan), mungkin hanya itu pesan moral dari bapak saya yang ternyata memiliki makna yang begitu dalam, serta tafsiran yang membangun. Dari situlah saya terdorong untuk menjadi berbeda, berbeda dalam hal menabur kebaikan. Bapak saya juga berpesan untuk terus sekolah dalam hal ini berpikir.
.
.
Tabur gagasan tunai perbuatan, tabur perbuatan tunai kebiasaan, tabur kebiasaan tunai karakter, tabur karakter tunai takdir. Itulah kata-kata yang sangat melekat dalam pikiran dan berkesan dalam hati serta terlihat dalam perbuatan.
.
.
Sampai saat ini masih sulit menentukan prinsip, karena masih dalam proses belajar bagaimana cara berterimakasih.
.
.
Belajarlah cara bagaimana cara untuk berterimakasih.🌷
.
.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer