kata-katanya begitu romantis
Hanya dengan pertemuan dapat menghadirkan perpisahan, diselingi dengan tawa membuat bunga itu semakin tampak mempesona. Ia menciptakan Senyuman yang bahkan saya sendiri kesulitan untuk mendefinisikan bahwa benarkah tawa itu untuk saya? Atau untuk siapa?
Namun diyakinkan dengan tatapan matanya yang begitu tajam bagaikan busur panah, seketika jiwa terbelah dan lisan tak mampu untuk berkata. Jika bidadari itu nyata maka dapat kupastikan dialah satu-satunya bidadari yang diperintahkan Tuhan untuk turun ke bumi dan menghiasi tapak-tapak kehidupan yang penuh kegaiban.
Alam semesta menyimpan begitu banyak misteri sampai tak satupun hal mampu untuk menjawabnya, dan jika bunga itu merupakan salah satu dari sekian misteri yang ada di alam semesta maka Matilah, susah untuk terlepas dari kebingungan untuk menjawab misteri dari bunga yang kuncup dipertengahan september berdarah ini.
Percakapan pertama atau mungkin yang terakhir itu mulai berubah menjadi bayang-bayang kapan dan dimana pertemuan itu akan terulang, mengibas tawa meraung dalam hati bisakah bunga itu kumiliki.
Bagaikan senja yang menciptakan keindahan dengan perpisahan lentera kepada ufuk, bulan kepada bintang dan bunga kepada kumbang.
Kata-katanya begitu romantis
Tersirat dalam setiap bait puisi yang begitu harmonis, tersampaikan dengan instrumen yang begitu dinamis, dalam ketegangan sesekali terpecahkan melalui tawa diiringi kebimbangan, haruskah ada tawa sementara matamu, raut wajahmu,seolah mengajaku untuk bercinta denganmu.
Cukup sampai disini, harapan tidak akan menjadi kenyataan sebelum adanya pertemuan kedua, ketiga, dan seterusnya. Jika bunga itu adalah fatamorgana, maka akan kupaksa dia untuk menjadi nyata.
Dan jika dia adalah bunga maka aku siap menjadi kembang yang menghisap madunya.

Komentar
Posting Komentar