Petualang Lembah Kepribadian
Ia Adalah seorang petualang yang mencari kehidupan sejati, senyitari bumi menembus awan sampai menemukan pusara kebenaran, terkurung dalam lembah kebodohan, meniadakan pesan dari Yang Maha Penyayang.
.
Pesan-pesan penuh makna dari dia yang senantiasa mengais kebebasan dalam kungkungan persatuan tanpa memikirkan nasib dirinya untuk dapat makan ataupun dapat bersama kebebasannya yang sedang diupayakan, entah benar entah tidak tapi persatuan dan persamaan sangat diperlukan untuk mencapai kehidupan yang benar-benar merdeka dari segala bentuk perbudakan, dari segala bentuk penjajahan.
.
Akhir-akhir ini perbudakan, eksploitasi senior kepada Junior, eksplorasi Junior pada alam yang Maha kaya ini tidak akan lepas dari keuntungan kepentingan pribadi. Sedikit terselubungnya maksud untuk memperkaya diri atau kelompok sendiri, "yaah, sistem feodal kelas intelektual mulai terlihat". Ketawa sedikit tidak jadi masalah ahahah,,,,
.
Satu doktrin yang paling mengingatkan ia dengan budaya etika, dikutipnya dari pesan orang tua, dalam melindungi ataupun menyembunyikan hal yang memang tidak pantas untuk disampaikan dimuka umum, memang terdengar sedikit sederhana tapi perlu diingat bahwa itu merupakan hal yang paling penting dalam lingkup kekeluargaan. Dalam pesannya orang tua itu berpesan, ketika kamu masuk dalam rumah seseorang masuklah dengan mata buta telinga tuli dan keluar dengan mulut bisu, yang artinya segala sesuatu yang ada didalam bukanlah urusanmu, baik tataletak segala yang ada maupun kejadian yang terjadi disitu, kehidupan yang terjadi didalamnya bukanlah urusanmu.
.
Keluarlah dengan mulut bisu, artinya untuk segala yang kau lihat dan kau dengar janganlah sampaikan pada orang lain karena pada dasarnya itu bukan urusanmu, dan jika memang ada niat untuk memperbaiki maka sampaikanlah padanya secara diam-diam yang dimana hal demikian dilakukan untuk menjaga nurani yang nyata susah untuk dipahami.
.
Selain daripada itu cakupannya tidak perlu dibatasi dalam tempat yang memiliki pintu, melainkan segala lini kehidupan, karena secara fundamental hal itu juga masih memiliki keterkaitan, setiap orang memiliki kepribadian, setiap orang mempunyai satu hal yang tak tersampaikan, tidak diperlihatkan, untuk itu integritas seseorang dapat diketahui baik dalam hubungannya dengan keluarga, kolega, maupun mama mertua.
.
Cukup penting bagi seseorang yang merasa telah memahami kepribadian orang lain untuk penyesuaiannya dalam berinteraksi, bukan untuk disampaikan dimuka umum. Lebih-lebih segala pesan yang tersampaikan bukanlah kebenaran melainkan ucapan yang penuh kebohongan. Seseorang dengan kepribadian yang telah diisi dengan pembawaan positif secara tenang dan senang tidak akan keberatan atas pesan-pesan penuh kebohongan dalam percandaan bersama mereka-mereka yang butuh hiburan.
.
Petualangan ini akan terus berlanjut sampai ketenangan dan kenyamanan dapat dirasakan, maka dengan itu kehidupan penuh keselamatan serta kebahagiaan dapat dipertahankan.
"Hidup hanya sekali jangan mati tanpa arti, mati dengan keunggulan kebaikan daripada keburukan, keburukan datangnya dari diri pribadi, sementara kebaikan serta kebenaran datangnya dari Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Benar.

Komentar
Posting Komentar