Lambaian Gelombang Kegagalan

 

 


Semesta telah memberikan gambaran dengan cukup jelas bahwa manusia bersama perubahannya didasarkan atas perkembangan pemikirannya, karena sejatinya segala sesuatu yang berdasarkan pada kebenaran dipengaruhi oleh kemajuan dari pemikiran. kehidupan yang begitu kompleks dengan beragam warna kemanusiaan dapat mengubah sentimen kebencian menjadi cinta dan kebijaksanaan. Disatu sisi ada suatu sistem kehidupan yang memisahkan kelompok masyarakat menjadi dua bagian yaitu kaum pengusaha atau borjuasi dengan kaum golongan pekerja atau proletariat.


kelompok pemilik modal selalunya mengeluarkan modal usaha yang kecil guna mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, hal demikian tentunya mempengaruhi penghasilan golongan pekerja yang pada akhirnya mendapatkan upah yang tidak sesuai dengan apa yang telah dikerjakan. segala macam instrumen digunakan oleh golongan pemilik modal agar memberikan keyakinan kepada kelompok pekerja bahwa yang dikerjakan olehnya benar-benar sesuai dengan apa yang akan didapatkan nantinya. Mulai dari memberikan penekanan melalui tentara agar pekerjaan diselesaikan dengan cepat serta gaji yang harus diterima meski tidak sesuai dengan yang telah dikerjakan, ataupun melalui tokoh gereja dengan memberikan keyakinan bahwa pekerjaan berat namun dengan upah yang sedikit merupakan sebuah jembatan untuk mencapai surga, atau dengan kata lain dapat mempermudah kehidupan untuk mencapai surga.


Suatu sistem yang cenderung memelihara perbudakan. Begitu pula dengan persoalan cinta yang tak kunjung terbalaskan, ditambah lagi gambaran kebencian semakin ditampakkan dengan keangkuhan dan sifat arogansi yang membabi buta, pada dasarnya tujuan untuk mendapatkan kehormatan, kedudukan, dan cinta jika itu ada tidak akan pernah tercapai jika kata maaf tak sempat tersampaikan. Mengakui kesalahan adalah hal yang mudah, yang susah adalah mengucapkan kata maaf. Tiada maksud untuk menyalahkan, namun tetap saja segalanya terbaca sebagai keangkuhan.

yaaah..., maudiapa. sampai kapanpun tapak-tapak kebencian akan tetap tersimpan dalam Qalbunya, sekalipun demikian akan tetap terbalaskan dengan rasa yang tak mampu diucapkan dengan lisan, diwujudkan dalam tindakan. Aku akan tetap merindukanmu sekalipun selalu dipertemukan dalam lingkaran kekeluargaan, untuk hari ini hanya satu, MAAF!

Komentar

Postingan Populer