Sekilas tentang Rumah
Dalam membentuk tatanan kelembagaan dibutuhkan spirit perjuangan dan konsistensi yang terus ada sampai seluruh visi dan misi lembaga yang digambarkan dengan progresivitas sumber daya manusianya dapat terwujud. Seluruh pembelajaran yang didapatkan menjadi salah-satu bekal untuk mewujudkan visi kelembagaan tersebut. Selain pengalaman beberapa hal yang tentunya juga dapat menunjang keberhasilan suatu lembaga dapat dilihat dari adanya rasa senasib sepenanggunagan masing-masing anggotanya.
Rasa senasib sepenanggungan tumbuh karena lembaga dan organisasi tersebut dapat menyatukan pemikiran, tujuan, serta harapan dari masing-masing anggotanya, penyatuan tersebutlah yang menjadi salah-satu alasan terbentuknya organisasi. Karena organisasi terbentuk dengan adanya kesamaan pemikiran, tujuan serta harapan tentunya hal tersebut dapat menjadi siklus untuk membentuk tatanan kelembagaan yang teratur, terstruktur, terukur dan terarah.
Sampai pada peningkatan mutu setiap anggotanya dapat terlaksana melalui berbagai macam usaha yang dilakukan. Jika kita kembali mengingat ungkapan "setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya" maka tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalankan roda organisasi tentunya harus terus memupuk setiap kader untuk menjadikannya pribadi yang siap melewati masanya dalam berorganisasi. Dan setiap kader yang telah berada dimasa-masa tertentu memiliki tanggung jawab untuk menurunkan segala yang didapat kepada kader baru sebagai calon-calon yang nantinya akan membawa organisasi kearah yang lebih progresif jika masanya tiba.
Tentunya berbicara perihal organisasi, penulis juga memiliki satu organisasi yang ingin penulis ceritakan melalui cerita ini. Organisasi itu bernama Pusat Kajian Konstitusi (PUSAKKO), pusakko merupakan wadah kekeluargaan sekaligus forum keilmuan mahasiswa fakultas hukum (FH) universitas halu oleo (UHO). Pusakko telah banyak memberikan penulis pembelajaran, dalam rumah kecil itu pula penulis diberlakukan selayaknya keluarga sendiri. Penulis yang awalnya tidak punya siapa-siapa di fh akhirnya mendapatkan keluarga yang dapat saling memahami, saling menjaga, bahkan saling menasihati, dan tidak jarang sesama kader pusakko saling memberi penguatan sekalipun sama-sama menderita dalam kelaparan.
Banyak hal yang penulis dapatkan dari Pusakko, mulai dari memahami cara bagaimana setiap orang menjalani hidup perkuliahan sampai dengan tata cara pengelolaan organisasi yang progresif, tentunya hal tersebut tidak terlepas dari bimbingan semua pihak yang senantiasa berkontribusi dalam pengembangan dan pemajuan kesadaran penulis atas pentingnya saling memahami satu sama lain. Keluarga kecil ini yang terus ada disetiap suka dan duka.
Saat ini penulis telah mendapatkan kepercayaan dari keluarga kecil pusat kajian konstitusi tercinta sebagai Ketua Umum, tentunya dengan tanggung jawab baru ini ada beberapa visi dan misi yang hendak penulis wujudkan selama satu periode menjabat sebagai ketua. Tidak hanya tujuan, harapan pun penulis torehkan dalam tanggung jawab ini, yakni dengan segala kehormatan serta kerendahan hati penulis berharap dengan jabatan ini dapat membawa segala bentuk kebaikan disetiap langkah perjuangan dengan maksud menjadikan keluarga tercinta sebagai martir sosial sekaligus sebagai tonggak perubahan.
Adapun visi misi yang penulis bawa memiliki beberapa poin dan telah dirampungkan menjadi tiga golongan, yaitu:
VISI:
reformasi kultur pusat kajian konstitusi sebagai lembaga keilmuan dengan titik fokus pada 2 hal pertama, pengembangan kualitas kader dan kedua, penguatan nilai-nilai kekeluargaan
Misi:
1. Menjadikan rumah kecil pusat kajian konstitusi sebagai wadah pengembangan sdm mahasiswa fh-uho dengan membangun kultur pendidikan sampai terciptanya budaya kompetitif membaca, menulis, dan berdiskusi.
2. Rekonstruksi pelatihan berdebat demi meningkatkan keterampilan dan kemampuan berdebat dengan maksud menjadikan setiap anggota pusakko siap mengikuti dan menjuarai lomba debat, baik skala lokal, regional, dan nasional
3. Menguatkan ikatan persaudaraan dan kekeluargaan setiap kader pusakko dalam menjalankan roda organisasi secara kooperatif.
Segenap pucuk pengharapan dalam kiat-kiat perwujudan nilai-nilai progresif, inklusif, serta pembuka gerbang kemajuan dengan bernafaskan pada cinta keluarga.
Tulisan ini akan terkonkretisasi dalam bentuk tindakan sebagai wujud dari kecintaan terhadap rumah tercinta.
Pusakko-pusakko-pusakko
Selalu Juara dihati




Komentar
Posting Komentar