Maka Nikmat Tuhan Manakah Yang Kamu Dustakan
Darmon.bertanya.idApakah kamu sudah merasakan nikmat? nikmat seperti apa yang sudah kamu rasakan? siapa yang memberikan nikmat itu? kenapa nikmat itu datang kepadamu? lagi-lagi pertanyaan yang membendung pikiran ini muncul kembali. dimana saya harusnya bertanya untuk mendapatkan jawaban! sampai kapan kebingungan ini ada? kenapa saya harus menulis disini untuk mendapatkan jawaban. apakah orang-orang yang membaca kebingungan ini dapat memberikan jawaban? semoga hal demikian dapat terjadi. dan jika jawaban saya dapatkan dari tulisan ini apakah itu bisa dikatakan sebagai nikmat? lantas nikmat itu apa? apakah nikmat itu termasuk dalam hal-hal yang membuat kita kenyang? jika demikian itu artinya sapi atau kambinglah yang paling banyak mendapatkan nikmat, karena mereka makan setiap saat. ataukah termasuk dalam segala hal yang dapat membuat kita merasa berkuasa? itu artinya raja-raja serta para oligarkilah yang paling bergelimang nikmat.atau kita yang bertenaga kah yang paling bergelimang nikmat? jika demikian maka kerbaulah yang paling kaya atas nikmat karena mereka dapat menggarap puluhan hektar sawah tanpa keluh kesah dengan tenaga yang dipunya. sepertinya definisi-definisi terkait nikmat sebelumnya masih kurang tepat karena masih bersifat mayor. mungkinkah nikmat itu tentang apa yang kita miliki saat ini bukan kedepannya? atau lebih tepatnya apa yang kita miliki saat ini kemudian diterima dengan sepenuh hati tanpa ada pemberatan terkait kekurangan-kekurangan yang sejatinya hanya seputar pemikiran yang menuntut ini itu sehingga hati dan pikiran telah tenggelam dalam nikmat utopis. Dan bagaimana bisa orang-orang tidak mampu bersyukur setelah menelan dan tenggelam didalam kenikmatan itu sendiri.
nikmat itu hanyalah persoalan bagaimana cara kita menghamba serta menerima segala yang ada dengan hati dan tak terlepas dari cara kita bersyukur padanya atas apa yang telah didapatkan saat ini. dan pada dasarnya jika kita tetap mengharapkan nikmat yang akan datang tanpa bersyukur atas nikmat hari ini niscaya tidak akan ada yang kita dapat, karena pada dasarnya apa yang kita dapatkan hari ini merupakan apa yang kita pikirkan dimasa lalu. saya pikir jelaslah nikmat itu apa!
sejatinya apabila kita mengejar dunia maka tak akan dapat, jikalau dapat tak akan banyak, jikalau banyak tak akan cukup, jikalau cukup tak akan lama, jikalau lama diakanmusnah. berbeda jika kita mengejar akhirat. karena jika kita mengejar akhirat pastilah dapat, sudah dapat pastilah banyak, sudah banyak pastilah cukup, sudah cukup pastilah lama sejati dan abadi. toh ketika mengejar dunia atau akhirat hanya dua yang akan kita dapat tidak lain bahagia dan selamat. ketika mengejar dunia yang kita dapat ialah bahagia dengan kesuksesan dan selamat dari kemelaratan. Dan ketika kita mengejar akhirat yang akan kita dapat ialah bahagia di surga dan selamat dari neraka.
sekian terimakasih telah membaca🙏🙏👍
satu pesan : tetap terus berjalan meski banyak dinding penghalang yang menghadang, tetaplah berjalan sampai dinding-dinding itu tak lagi dapat berdiri dan tak cukup kuat menghadang tekad, jiwa, dan raga, untuk mimpi-mimpi dihari kemudian itu🌷

Komentar
Posting Komentar