RINDU

Tatkala kembali kumengingat masa dimana jiwa raga masih melekat dekat dalam  dekapan suci nan abadi yang tak terganti.  Tangannya yang halus mulus membelai kepalaku, tergetarlah seluruh jiwa ragaku musnahlah api semangat juangku.

Sampaikan pada bulan bahwa rindu ini tak abadi hanya sampai pada perpisahan raga kesucian cinta akan abadi dalam jiwa. Jiwa-jiwa yang tulus tak kemana, dalam dekapan sang lentera tersirat cinta kasih yang ingin kubangun kembali. Tubuhku dibaluri doa dari para dewa-dewa.

Lupakan semua yang ada Sampaikan pada mereka bahwa hanya ada satu yang benar-benar hidup untuk dirimu, lupa kusampaikan bahwa kamu yang akan mati membawa cinta yang entah kan abadi atau mati dan tak kembali.

Tetaplah terus berjalan sampai tanah yang kau pijak berkata kamu mau kemana lagi? Semua tempat sudah kau datangi, semua jalan sudah kau lewati, dan semua mimpi telah kau wujudkan. Maka sampaikan pada mereka bahwa tidak ada satu tempat, satu jalan, dan satu mimpipun yang sudah kulewati kecuali sampai pada sang khaliq.

Jangan mati Ditengah pertempuran jika belum sampai pada akhir perjuangan, entah berapa judul puisi yang akan kuhabiskan untuk membuatmu abadi dalam dongeng-dongeng sepertiga malam, ketahuilah bahwa akan ada saatnya dimana senyummu menjadi yang utama, dan tajam matamu menusuk jiwaku sampai ketajaman itu akan dibalas dengan senyuman ataukah kebencian.Rindu

Komentar

Postingan Populer