Bunga Dan Malam
Pesan ini dibuat dengan tinta yang dipakai untuk menulis sebuah kisah, rasa dan cerita antara aku dan kamu atau mungkin kamu dan dia, entahlah semua nampak sama akhir-akhir ini. Sampai kapan rasa ini tetap terbendung? sampai kapan raga ini tetap terkungkung dalam ketidakpastian juga keraguan dan kapan Jiwa kita kan bersua?
.
.
Akan banyak dongeng yang bercerita tentang dia, akan ada masanya dia akan menjadi cerita yang mengandung tawa ataupun lara. Apapun isinya dia akan tetap ada dalam bayang-bayang penuh harap dan bahkan sampai terombang-ambing dalam kepastian bahwa dia tetaplah dia tak akan sampai pada kita dan pada akhirnya keikhlasan menjadi jalan terbaik.
.
.
Bimbang...
Jika bertemu denganmu adalah anugerah maka saya harap mencintaimu bukanlah luka
Semua tulisan menceritakan tentang dirimu tanpa ada ungkapan bahwa ada rasa tentang dirimu, yang sebenarnya rasa itu ada dan nyata tetapi raga tak siap untuk berkata, bukan karena tak berani untuk mengucap bahwa dirimu yang kupinta tapi dirimu tak mampu untuk kucinta.
.
.
Bagaimana bisa saya mampu mencintaimu yang tercipta sementara Sang Pencipta tak tahu kucinta atau tak mampu untuk kucinta?
Semua yang ada padamu adalah bagian kecil dari Dia Yang Maha Besar, yang pada hakikatnya saya akan mencintai dahulu yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih lalu mencintaimu yang berbelaskasih entah dalam diam atau dengan ungkapan.
.
.
Biarlah dia menjadi apa yang selalu kutulis dan saya adalah apa yang tak pernah kau baca. Dan saya hanyalah aksara yang tak bermakna sementara kau adalah fatamorgana yang kupaksa menjadi nyata.

Komentar
Posting Komentar