Serikat Literasi
Peradaban tandus dipenuhi dengan pemikiran yang hanya berisikan persoalan perut dan kelamin akan menjadi penentu rusaknya jiwa dan mental penerus tongkat estafet revolusioner yang telah dibangun serta dibentuk sedemikian rupa nyaris membentuk kehidupan yang sampai pada peradaban ideal dan Makmur serta sentausa akan rusak berubah menjadi puing-puing perbudakan dengan berbagai macam bentuknya, mulai dari perbudakan manusia satu oleh manusia lainnya, manusia dan jiwanya, manusia dan teknologi bahkan sampai pada perbudakan manusia oleh harta, tahta, wanita nyaris tak terelakkan.
Merevitalisasi mental dan jiwa masyarakat ataupun pemuda yang telah rusak dengan Memarjinalkan sikap egoisme dan mengedepankan corak individulisme. Pemahaman campur aduk dikalangan yang luas antara egoisme dan individualisme dalam kalangan masyarakat membuat individualisme sebagai instrumental sungguh-sungguh bernasib buruk. Egoisme merupakan sikap hidup yang mementingkan dirinya sendiri sedangkan individualisme adalah cara berpikir yang memandang seseorang sebagai satu kesatuan yang utuh.
Dalam pemaknaan secara akurat benar-benar menunjukkan perbedaan yang fundamental, sehingga perlu dibedakan antara individu yang egoistik dengan individu yang tidak egoistik. Seseorang yang individualis bahkan bisa saja berpandangan secara altruistik, yaitu sikap hidup yang tidak memikirkan diri sendiri dan memiliki pertimbangan terhadap orang lain. Sementara individu yang sesumber dengan semangat kekeluargaan bisa saja memperkosa, membunuh, dan bahkan menjarah dengan darah dingin.
Itulah sebabnya untuk membangun jiwa dan mental rusak dari masyarakat perlu adanya pengembangan pemikiran yang dipelopori oleh pemuda serta mahasiswa dalam perannya dalam pengabdian terhadap masyarakat. Dengan pemikiran-pemikiran yang telah berkembang yang diwujudkan pula dengan mengembangkan pola pikir dari masyarakat yang masih tertinggal, namun hal ini bukan saja membutuhkan dorongan moral dari petuah-petuah kita tapi dorongan finansial juga tentunya akan sangat membantu.
Dengan etika komunikasi yang baik tentunya dapat menjadi tali penarik yang begitu fleksibel sehingga pemuda ataupun masyarakat yang masih memandang ketertinggalan sebagai hal yang biasa, dapat teratasi.
Pada dasarnya perlu adanya kelompok untuk menjadi gerbang masuknya orang-orang tertinggal dan keluar menjadi penyongsong berubahan, itulah sebabnya tempat-tempat diskusi, lapak literasi dikampus-kampus, ataupun di lingkungan masyarakat perlu dibangun dan kembangkan serta kemudian dipertahankan, dilestarikan, dan diberdayakan.
Serikat Literasi akan menjadi meja diskusi, dongkrak pembangunan bangsa serta konsumsi pemuda dan mahasiswa yang interaktif.

Komentar
Posting Komentar