Kelana satu Malam
Gambaran seluruh peristiwa dalam pengembaraan satu malam tanpa jejak tanpa tujuan, tanpa kawan tanpa harapan. Dalam lantunan tinta segala kesalahan bisa saja termaafkan, tergambarkan disetiap frasa tak bermakna pada kiat-kiat purnama menyinari bumi yang sampai tergantikan dengan cahaya lentera yang menyinari semesta, berputar pada titik orbit abadi tak akan pernah terganti.
Mengapa salah dan dosa selalu mendapat jalan untuk tercipta, sementara taubat tak kunjung sampai pada sang pencipta. Segala niatan akan binasa, segala harapan tak akan tercipta dalam kungkungan kemaksiatan yang merajalela. Ooh Tuhan, engkau hadrkan segala keburukan diikuti dengan berbagai bentuk penyesalan, ooh Tuhan masih adakah harapan untuk hambamu bertaubat jika segala dalam hidupnya melibatkan kemungkaran sehingga kebajikan terpinggirkan.
Satu malam dalam perjalanan mencari kebenaran, berakhir pada suatu keburukan yang tidak terampunkan. Hanya satu harapan dari segala tujuan, Semoga raga ini dapat kembali untuk berbakti, masih dapat mengucap syukur, serta jiwa tidak diangkat sebelum Raga sempat menyebut kata Tobat.
Dalam segala permohonan meminta ampunan, bulan menjadi penerang jalannya keburukan, hati tertutup untuk menghindar, langit dan bumi bersaksi bahwa manusia harusnya tidak mati dalam keadaan ini jika dia tau siapa Tuhan-Nya.
Tobat.

Komentar
Posting Komentar